Istriku dari Dunia Maya (8)

Cinta-Dunia-Maya

“Nomor HP Bapak berapa?”, terdengar suara murid Private les saya seperti ketakutan namun berharap.

Saat itu saya sudah beberapa kali mengisi les private untuk murid les saya yang duduk di kelas 1 SMA. Saya mengajarkan 3 mata Pelajaran yang termasuk sering diajarkan saat itu, Matematika, Fisika dan Kimia. Diantara ketiga mata pelajaran ini, hanya Fisika yang kurang saya kuasai, entah kenapa, bukan tidak paham, tapi analisa saya dibagian Fisika ini sepertinya kurang sejak saya masih SMA.

Namun, sambil belajar kembali, sayapun memberanikan diri untuk mengajarkan ketiganya, karena rata-rata les yang diajarkan di Medan saat itu memang paket, yah paketnya ketiga mata pelajaran itu.

“Untuk apa?”, jawabku singkat sambil menjaga image sebagai seorang guru les.

“Nanya-nanya pelajaran sekolah Pak”, balasnya.

Semua perlengkapan yang biasa saya bawa untuk mengajar les sudah tersusun rapi di dalam tas ransel yang selalu saya bawa untuk mengajar les dan juga kuliah. Nomor HP pun saya berikan, karena memang sebagai guru lesnya saya telah berjanji kepada orangtuanya, yang tak lain dosen Matematika di Universitas Negeri terbesar di Sumatera Utara, untuk membantu anaknya dalam belajar, khususnya ketiga mata pelajaran itu.

Setelah semua rapi, saya pun pamit kepada murid les saya dan kedua orangtuanya.

***

“Bang, mau gak buatin game di Channel Big Boss?”, tanya seorang teman dunia maya.

Saat ini sudah banyak teman-teman dunia maya yang berasal dari Kota Medan, bahkan sudah beberapa kali gatheringan di Warnet yang kami sebut Big Boss. Big Boss ini sebenarnya mengelola banyak bisnis, bukan hanya Warnet saja, tapi bisnis lain juga banyak seperti penyedia Outbond, Mancing mania, dll. Bahkan sudah pernah Outbond bareng dan gratis bersama teman-teman mIRC lainnya.

Entah kenapa, Big Boss ini sangat suka bermain game yang saya kembangkan. Bahkan dia sudah membuat channel sendiri di mIRC yang membuat nama channel itu sesuai nama warnetnya. Dan diapun ingin ada game buatan saya di channelnya, dan kabarnya akan dibuat hadiah besar-besaran, kalau saya tidak salah ingat itu hadiah juara I uang tunai sebesar 500 Ribu Rupiah, dan itu sudah termasuk besar saat itu, apalagi setaraf kami yang kebanyakan pengangguran dan Mahasiswa.

“oke”, jawabmu mengiyakan permintaan itu.

Tidak bisa menolak, dan saya berikan gratis untuk Big Boss, karena menurut saya dia adalah orang yang baik dan suka membantu, dan termasuk membantu saya mendekati seorang wanita yang saat ini kami sudah mulai dekat.

Kehidupan seseorang itu memang tidak bisa lepas dari yang namanya wanita. Banyak orang yang bisa bangkit dari keterpurukan dikarenakan seorang wanita, dan tidak sedikit pula orang yang menjadi terpuruk dikarenakan oleh wanita pula. Jadi, semua tergantung kita, apakah wanita itu menjadi penyemangat bagi kita untuk mengongsong hidup yang lebih baik, ataukah wanita itu akan menjadi sebab yang membuat kita menjadi terpuruk.

Saya pun menghubungi Big Boss apa benar dia memesan game untuk dipasang di channelnya, dan ternyata si Big Boss pun membenarkan dan mengatakan akan membayar penuh selama 1 tahun. Namun saya menolak tawaran dari Big Boss dan memberikan game itu kepadanya secara gratis.

***

“Mau minum apa bang?”, tanya cewek yang ada di sampingku.

Cewek ini adalah cewek yang dicomblangin oleh Big Boss, dan saat itu saya sedang mengerjakan Game pesanan Big Boss di warnet miliknya.

“Kopi aja, kental ya dek”, jawabku sambil terus menatap monitor.

Tidak berapa lama kemudian, si cewek sudah datang membawakan kopi dari lantai bawah. Warnet si Big Boss ini ada di lantai 2, dan di lantai 1 ada kedai makanan lengkap dengan minuman, sehingga orang yang main di warnet miliknya tidak kewalahan untuk mencari makanan dan minuman selama bermain internet.

Seperti biasa, ketika saya sedang berada di depan komputer, saya pasti akan lupa waktu bahkan lupa siapa yang sedang berada di sampingku.  Terlihat, si cewek yang ada di sampingku, dan aku sedang PDKT (pendekatan) dengan dia, merasa tidak betah berada di sampingku. Padahal lewat SMS, Telpon, chatting, saya perhatikan dia merasa nyaman. Namun saat bertemu dan duduk bersebelahan, saya malah menjadi orang yang tidak bisa membuat dia nyaman karena saya terlalu asyik dengan komputer.

Sepertinya, jika ada cewek yang ingin dekat denganku, harus siap diduakan oleh komputer. Dan saya perhatikan, cewek ini tidak bersedia diduakan. Karena mendua dengan manusia sudah terlalu mainstream, saat ini banyak wanita yang merasa diduakan oleh kesibukan pasangannya, seperti main game, main smartphone, dan lain-lain. Tapi bukan berarti saya menyuruh kita untuk mendua, justru saya mengharapkan kita sebagai lelaki harus bertanggungjawab dan setia, karena lelaki sejati adalah lelaki yang bisa bertanggungjawab dan tidak suka mendua.

Tapi jangan salah, bukan berarti orang yang sibuk dengan kesibukannya sendiri tidak setia. Justru kebanyakan dari orang seperti kami (Online Mania), baik itu Gamer, Blogger, Youtuber, dan -ber -ber lainnya adalah orang yang sangat menyayangi pasangannya, walau sekilas tampak cuek dan tidak peduli.

Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB dini hari, si cewek pun tertidur di sebelah saya sambil setia menunggu saya selesai mengerjakan game pesanan Big Boss.

Setelah semua selesai, dan game sudah berjalan dengan bagus di channel milik si Big Boss. Saya pun membangunkan si cewek dan mengantarkannya pulang ke kosannya yang tidak terlalu jauh dari Warnet.

Sesampainya di kosan si cewek, saya minta maaf karena telah membuat dia menunggu terlalu lama sampai ketiduran. Raut kecewa tampak di wajahnya, namun dia mengiyakan permintaan maaf saya, dan masuk ke kosannya.

Kali ini, saya sedang PDKT dengan seorang wanita yang saya kenal dari dunia maya dan mencoba menjalin hubungan di dunia nyata, saya tidak ingin kecewa lagi seperti cinta-cinta saya sebelumnya baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya.

Apakah wanita yang saya kenal dari dunia maya dan mencoba menjalin kisah nyata ini akan mengecewakan saya lagi seperti sebelumnya, ataukah akan membuat kisah cinta saya bersemi indah seperti bunga-bunga yang sedang mekar di taman?

Saya yakin dan percaya, kesempatan baik itu akan datang pada mereka yang pantang menyerah.

Bersambung…

***Untuk mendapatkan update terbaru via Facebook anda silahkan klik disini!

Cerita ini berdasarkan kisah nyata, penulis saat ini sudah menikah dengan wanita yang dikenalinya melalui Internet, dan cerita ini akan terus berlanjut sampai ke pernikahan si penulis dengan istrinya sekarang, jadi tungguin terus kelanjutan ceritanya ya, karena banyak pesan moral dan pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini. Silahkan Sebarkan ke semua temanmu jika kamu suka cerita ini….

 

*Penulis: Harmein Pane
Penulis merupakan pengelola website Komik Online terjemahan bahasa Indonesia, www.pecintakomik.com
E-mail: mangabaru@gmail.com
Facebook: Harmein Pane

Website: www.harme.in
Twitter: @HarmeinPane